Beranda/Artikel /Software & AI
Software & AI

ArtCraft Hadirkan Tujuh Aplikasi Open-Source untuk Menyaingi Adobe

ClovertechnoClovertechno 12 Oktober 2026 4 menit baca
Shorts ArtCraft Hadirkan Tujuh Aplikasi Open-Source untuk Menyaingi Adobe

Menariknya, aplikasi-aplikasi tersebut dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Rust. Seluruhnya ditawarkan secara gratis dan kode sumbernya dapat diakses publik, sehingga pengembang lain juga bisa mempelajari atau berkontribusi terhadap proyek tersebut.

Proyek ini menjadi perhatian karena mencoba menjawab salah satu keluhan pengguna software kreatif: biaya berlangganan. Namun, ada catatan penting. ArtCraft masih berada dalam tahap pengembangan dan belum bisa dianggap sebagai pengganti penuh untuk semua kebutuhan profesional.

Tujuh aplikasi ArtCraft dan fungsinya

ArtCraft membagi berbagai kebutuhan kreatif ke dalam aplikasi terpisah. Alih-alih menghadirkan satu program besar dengan banyak fitur, setiap aplikasi berfokus pada pekerjaan tertentu.

AplikasiFungsiAlternatif Adobe
PhotoCraftPengeditan foto dan gambar berbasis layerPhotoshop
VectorCraftMembuat ilustrasi dan grafis vektorIllustrator
FilmCraftMenyunting videoPremiere Pro
LightCraftMengelola koleksi foto dan mengolah gambar RAWLightroom
PrintCraft atau PdfCraftMembaca dan mengelola dokumen PDFAcrobat
EffectCraftMembuat efek visual dan motion graphicsAfter Effects
DesignCraftMenata halaman dan publikasi digital maupun cetakInDesign

Nama dan pembagian aplikasi tersebut mengikuti informasi proyek yang tersedia, meskipun penamaan beberapa aplikasi dapat berbeda antarversi atau repositori. Masing-masing ditujukan untuk kebutuhan yang selama ini ditangani oleh perangkat lunak kreatif populer.

Kenapa ArtCraft menggunakan Rust?

Rust dikenal sebagai bahasa pemrograman yang menekankan keamanan memori dan performa. Bahasa ini banyak digunakan untuk membangun perangkat lunak yang membutuhkan pengelolaan sumber daya secara efisien, termasuk aplikasi sistem dan berbagai komponen infrastruktur.

Dalam proyek ArtCraft, Rust digunakan untuk membangun aplikasi secara native, bukan sekadar membuat antarmuka yang membungkus layanan web. Pendekatan ini menarik karena pengolahan gambar, video, dan efek visual dapat melibatkan operasi komputasi yang cukup berat.

Meski demikian, penggunaan Rust tidak otomatis membuat aplikasi lebih cepat atau lebih baik daripada produk yang sudah lama dikembangkan. Hasil akhirnya tetap bergantung pada arsitektur, optimasi, dukungan format file, serta kualitas implementasi setiap fitur.

Dibangun dengan bantuan AI, tetapi bukan berarti selesai dalam semalam

Perhatian terhadap ArtCraft juga muncul karena penggunaan AI dalam proses pengembangannya. Laporan TechRadar menyebut pengembang proyek menggunakan Claude Opus 5.5 untuk membantu membangun ulang berbagai aplikasi tersebut menggunakan Rust.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana AI coding dapat membantu mempercepat pekerjaan pengembangan perangkat lunak. Pengembang bisa memanfaatkan model AI untuk membantu menulis kode, menyusun struktur aplikasi, dan mengerjakan implementasi fitur.

Namun, menghasilkan kode dalam jumlah besar berbeda dengan membangun software yang benar-benar siap digunakan. Aplikasi kreatif membutuhkan pengujian yang luas, dukungan berbagai format, konsistensi hasil, dan pengalaman penggunaan yang stabil.

Karena itu, ArtCraft lebih tepat dilihat sebagai contoh perkembangan pengembangan software berbantuan AI, bukan bukti bahwa aplikasi kompleks bisa langsung menggantikan produk matang hanya dengan beberapa instruksi.

Gratis dan open-source, tetapi masih memiliki keterbatasan

Daya tarik utama ArtCraft terletak pada akses gratis dan kode sumber terbuka. Pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada langganan software dapat mencoba proyek ini tanpa harus langsung membeli lisensi berbayar.

Meski demikian, pengujian TechRadar yang dipublikasikan pada 10 Oktober 2026 menemukan sejumlah keterbatasan. PhotoCraft, misalnya, mengalami masalah saat membuka gambar berformat HEIC. Sementara itu, FilmCraft masih memiliki kendala pada penyuntingan klip dan pemutaran audio.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa antarmuka yang terlihat familiar belum tentu diikuti kemampuan yang setara dengan software yang menjadi acuannya. Fitur dasar mungkin sudah tersedia, tetapi stabilitas dan kompatibilitas tetap menjadi pekerjaan besar.

Pengguna yang bekerja untuk klien atau mengelola proyek penting sebaiknya tidak buru-buru memindahkan seluruh alur kerja ke ArtCraft. Pengujian pada file salinan dan proyek nonkritis merupakan langkah yang lebih aman sambil menunggu pengembangan berikutnya.

Apakah ArtCraft bisa menggantikan Adobe?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan. Untuk pengguna yang tertarik mengeksplorasi software open-source, belajar pengeditan, atau mengikuti perkembangan aplikasi berbasis Rust, ArtCraft layak masuk daftar untuk dicoba.

Namun, bagi fotografer, editor video, desainer, dan pekerja kreatif yang mengandalkan software setiap hari, ArtCraft belum tentu siap menjadi pengganti utama. Dukungan format, performa, stabilitas, dan fitur lanjutan masih perlu diperiksa satu per satu.

Pengguna yang membutuhkan alternatif gratis yang lebih matang dapat mempertimbangkan GIMP untuk pengeditan gambar, Inkscape untuk grafis vektor, serta DaVinci Resolve untuk penyuntingan video. Pilihan terbaik tetap bergantung pada jenis pekerjaan dan kebutuhan kompatibilitas masing-masing.

ArtCraft menunjukkan arah baru pengembangan software

ArtCraft menarik bukan hanya karena menawarkan alternatif gratis bagi pengguna Adobe, tetapi juga karena memperlihatkan kombinasi antara bahasa pemrograman sistem dan AI coding dalam membangun aplikasi kompleks.

Proyek ini masih perlu membuktikan konsistensi dan kualitasnya dalam penggunaan sehari-hari. Namun, jika pengembangannya terus berjalan, ArtCraft berpotensi menjadi pilihan tambahan bagi pengguna yang menginginkan software kreatif dengan pendekatan open-source.

Untuk saat ini, hal yang paling menarik bukan klaim bahwa tujuh aplikasi tersebut sudah mampu menggantikan seluruh produk Adobe. Justru, proyek ini menjadi gambaran tentang seberapa jauh pengembangan software berbantuan AI dapat berjalan, sekaligus menunjukkan bahwa pengujian, pemeliharaan, dan penyempurnaan produk tetap menjadi bagian penting dari proses rekayasa perangkat lunak.

Sumber: TechRadar — One dev is recreating 7 Adobe apps in Rust for free dan repositori FilmCraft di GitHub.

ArtCraftAdobeRustopen sourcesoftware gratisPhotoCraftFilmCraftAI codingaplikasi kreatif

Butuh software atau AI automation untuk bisnis Anda?

Ceritakan prosesnya, kami bantu petakan solusinya. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.

Chat WhatsApp