Beranda/Artikel /Teknologi Pendidikan
Teknologi Pendidikan

Peresmian Aplikasi Sistem, Kelola Aset Kampus dengan GIS dan QR Code

ClovertechnoReinald 4 Oktober 2026 4 menit baca
Peresmian Aplikasi Sistem, Kelola Aset Kampus dengan GIS dan QR Code

Universitas Tadulako (Untad) resmi memperkenalkan SI SETIA, aplikasi yang dirancang untuk memperkuat pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan kampus. Sistem tersebut memanfaatkan teknologi digital untuk menghubungkan pencatatan administrasi aset dengan kondisi fisik di lapangan.

Aplikasi SI SETIA diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan Penguatan Kompetensi dan Integritas ASN BerAKHLAK sebagai Penggerak Transformasi Universitas Tadulako Tahun 2026 di Aula Baru Fakultas Kedokteran Untad, Rabu (30/9/2026). Peresmian aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya kampus mendorong tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data.

Komponen Fungsi
SI SETIA Sistem informasi untuk pengelolaan Barang Milik Negara
GIS Mendukung pemetaan dan pengelolaan aset berbasis lokasi
QR Code Mendukung pencatatan dan penelusuran aset
Siga Mobile Untad Direncanakan menjadi bagian dari integrasi untuk penelusuran informasi aset
Data spasial Mendukung perencanaan dan pengelolaan kawasan kampus

SI SETIA menghubungkan data aset dengan kondisi di lapangan

Salah satu fokus utama SI SETIA adalah mengintegrasikan proses pencatatan, inventarisasi, dan penelusuran aset. Untad menggunakan Geographic Information System (GIS) dan QR Code agar data administratif dapat diselaraskan dengan kondisi fisik aset yang berada di lingkungan kampus.

Pendekatan tersebut membuat pengelolaan aset tidak hanya bergantung pada pencatatan berbasis dokumen. Informasi aset dapat dikaitkan dengan lokasi dan identitas tertentu sehingga proses pemantauan serta penelusuran dapat dilakukan secara lebih terstruktur.

Bagi institusi dengan jumlah aset dan area operasional yang besar, sistem seperti ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada proses inventarisasi manual. Data yang terpusat juga dapat menjadi dasar untuk melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

GIS dipakai untuk mendukung konsep Smart Campus

Pengembangan SI SETIA juga berkaitan dengan rencana Untad mengembangkan konsep Smart Campus. Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. menyebut pemanfaatan data spasial dapat digunakan untuk mendukung perencanaan dan pengelolaan kawasan kampus.

Dengan luas kawasan yang mencapai 178,5 hektare, pemetaan berbasis data menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan lingkungan kampus. Untad juga menyebut pemanfaatan drone melalui laboratorium terpadu sebagai bagian dari pengembangan data spasial.

Dengan pendekatan tersebut, pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk mengetahui keberadaan aset, tetapi juga dapat mendukung perencanaan kawasan dan pengembangan infrastruktur kampus.

SI SETIA ditargetkan menjadi sumber data utama

Untad menargetkan SI SETIA dapat menjadi source of truth dalam pengambilan keputusan strategis yang berkaitan dengan BMN. Keberhasilan sistem tersebut nantinya dapat dilihat dari ketertiban administrasi dan fisik aset, akurasi data, serta peningkatan integritas dalam proses pengelolaannya.

Sistem informasi terintegrasi juga diharapkan dapat memperkuat penerapan prinsip Good University Governance. Data aset yang lebih terstruktur dapat membantu institusi melakukan pengawasan sekaligus menyediakan informasi yang lebih konsisten bagi kebutuhan perencanaan.

Dalam pengembangan berikutnya, SI SETIA direncanakan terintegrasi dengan aplikasi Siga Mobile Untad untuk memudahkan penelusuran informasi aset. Aspek keamanan siber dan pengelolaan server secara mandiri juga menjadi perhatian dalam pengembangan sistem tersebut.

Dari inventarisasi menuju digitalisasi aset kampus

Penggunaan GIS dan QR Code memperlihatkan perubahan pendekatan dalam pengelolaan aset institusi. Aset tidak lagi hanya dipandang sebagai daftar barang dalam dokumen administrasi, tetapi dapat dipetakan berdasarkan lokasi, identitas, dan informasi terkait.

Konsep seperti ini sebenarnya dapat diterapkan pada berbagai organisasi yang memiliki aset dalam jumlah besar. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, perusahaan, rumah sakit, kawasan industri, hingga pengelola gedung dapat membutuhkan sistem serupa untuk memantau aset yang tersebar di banyak lokasi.

Implementasinya pun tidak harus selalu menggunakan sistem yang sama. Kebutuhan setiap organisasi dapat berbeda, mulai dari inventarisasi aset, pemetaan lokasi, QR Code, approval, pemeliharaan, audit, hingga dashboard untuk pimpinan.

Aplikasi seperti SI SETIA dapat dikembangkan sesuai kebutuhan organisasi

Peluncuran SI SETIA juga menunjukkan bahwa kebutuhan digitalisasi institusi semakin bergeser dari sekadar website atau aplikasi administrasi sederhana menuju sistem yang menghubungkan data, lokasi, pengguna, dan proses operasional.

Untuk organisasi yang memiliki kebutuhan serupa, aplikasi semacam ini dapat dikembangkan secara custom berdasarkan alur kerja dan struktur data masing-masing. Integrasi GIS, QR Code, dashboard, mobile application, API, hingga sistem internal dapat dirancang sebagai satu ekosistem digital.

Di Indonesia, kebutuhan tersebut juga membuka ruang bagi perusahaan pengembang perangkat lunak seperti Clovertechno untuk membantu organisasi yang ingin membangun sistem informasi aset atau aplikasi operasional dengan kebutuhan khusus. Pendekatannya bukan sekadar membuat aplikasi, tetapi menerjemahkan proses bisnis organisasi menjadi sistem digital yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Dengan demikian, SI SETIA dapat menjadi contoh bagaimana teknologi digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan operasional yang spesifik. Bagi institusi lain yang menghadapi persoalan serupa, pendekatan tersebut dapat menjadi referensi untuk mulai membangun sistem pengelolaan aset yang lebih terintegrasi.

SI SETIAUniversitas TadulakoUntadaplikasi kampussistem informasiGISQR CodeBMNaset digitalsmart campustransformasi digital

Butuh software atau AI automation untuk bisnis Anda?

Ceritakan prosesnya, kami bantu petakan solusinya. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.

Chat WhatsApp