Ilmuwan Kembangkan Teknologi Transmisi Aroma Digital, Bisa Dikirim lewat Internet
Sebuah tim peneliti internasional mengembangkan teknologi yang memungkinkan aroma dikirim secara digital melalui internet. Sistem yang disebut Scentronic ini bisa mendeteksi bau di satu lokasi, mengirimkan datanya, lalu mereproduksi aroma yang sesuai di perangkat penerima di tempat lain.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances melibatkan peneliti dari Ohio State University, Amerika Serikat, dan Zhejiang Laboratory, China. Temuan ini menarik perhatian luas, termasuk di platform prediksi Polymarket yang menyoroti potensi penerapan pada panggilan telepon, video chat, dan media sosial.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama Sistem | Scentronic |
| Cara Kerja | E-nose + AI klasifikasi + atomizer penerima |
| Aroma yang Diuji | Kopi, bir, anggur merah, kue, jeruk |
| Akurasi Identifikasi | Sekitar 73% (individu), 71% (pasangan aroma) |
| Bentuk Penerima | Gelang, kalung, perangkat genggam |
Bagaimana Sistem Ini Bekerja?
Sistem terdiri dari dua bagian utama. Pertama, electronic nose (e-nose) yang dilengkapi sensor semikonduktor untuk mendeteksi senyawa organik volatil (VOC) yang membentuk aroma. Data sensor kemudian diklasifikasikan oleh kecerdasan buatan (AI).
Informasi digital hasil klasifikasi dikirim melalui internet ke perangkat penerima. Di sisi penerima, perangkat Scentronic yang berisi cairan beraroma melepaskan kabut halus melalui atomizer piezoelektrik sesuai sinyal yang diterima. Molekul bau itu sendiri tidak dikirim; yang ditransmisikan hanyalah data/label aroma.
Dalam uji coba dengan relawan, peserta berhasil mengidentifikasi aroma yang direproduksi dengan akurasi sekitar 73 persen untuk aroma tunggal dan sekitar 71 persen untuk kombinasi dua aroma.
Potensi Penggunaan
Para peneliti melihat peluang penerapan di berbagai bidang, antara lain:
- Komunikasi jarak jauh yang lebih imersif (menambahkan aroma ke panggilan video atau chat)
- Pengalaman dunia virtual dan metaverse
- Belanja online, misalnya untuk produk makanan, parfum, atau kopi
- Aplikasi kesehatan jarak jauh terkait indra penciuman
Bentuk perangkat penerima yang diuji mencakup gelang, kalung, dan model genggam agar lebih praktis digunakan sehari-hari.
Batasan Saat Ini
Teknologi ini masih berupa prototipe penelitian. Saat ini sistem hanya dilatih untuk sejumlah aroma terbatas (seperti kopi, bir, kue, jeruk, dan anggur merah). Setiap aroma baru memerlukan data pelatihan tambahan untuk e-nose serta cairan yang sesuai di perangkat penerima.
Integrasi langsung ke dalam smartphone juga masih menantang karena keterbatasan ruang untuk reservoir aroma, elektronik, dan atomizer. Pendekatan yang lebih realistis dalam jangka pendek adalah aksesori eksternal yang terhubung ke ponsel.
Langkah Selanjutnya
Tim peneliti berharap dapat memperluas basis data aroma dan meningkatkan akurasi serta keandalan sistem. Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, transmisi aroma digital berpotensi menambah dimensi baru pada komunikasi dan pengalaman digital yang selama ini didominasi oleh visual dan audio.
Inovasi di bidang sensor, AI, dan perangkat wearable terus membuka peluang produk baru. Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam pengembangan perangkat lunak, integrasi sensor, solusi IoT, atau aplikasi berbasis AI, tim Clovertechno siap membantu. Kunjungi clovertechno.id untuk konsultasi jasa pembuatan software dan solusi teknologi sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Clovertechno