Beranda/Artikel /Teknologi Industri
Teknologi Industri

Pengembang Rancang Sistem Manajemen Gudang Mirip Game Strategi

ClovertechnoAisyah 5 Oktober 2026 4 menit baca
Pengembang Rancang Sistem Manajemen Gudang Mirip Game Strategi

Perangkat lunak untuk mengelola gudang umumnya identik dengan tabel, dashboard, dan berbagai indikator operasional. Namun, seorang software engineer mencoba pendekatan berbeda melalui WareTrack, konsep antarmuka manajemen gudang yang dibuat menyerupai permainan strategi.

Dilum Sanjaya, yang aktif di bidang rekayasa perangkat lunak, robotika, dan pengembangan game, memperkenalkan demo WareTrack melalui unggahan di X pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Dalam video berdurasi sekitar 72 detik tersebut, aktivitas gudang ditampilkan melalui lingkungan 3D isometrik yang dapat berinteraksi secara langsung.

Komponen Fungsi dalam WareTrack
Peta gudang 3D Memvisualisasikan kondisi dan aktivitas gudang secara interaktif
Inventaris Menampilkan informasi stok dan kondisi barang
Truk Memantau kendaraan yang sedang beroperasi
Forklift Menampilkan aktivitas kendaraan operasional di dalam gudang
Dock Memantau aktivitas pada area bongkar dan muat
Shipment tracking Melacak proses pengiriman dari konfirmasi pesanan hingga pengiriman

Gudang ditampilkan seperti peta dalam game strategi

Alih-alih menampilkan seluruh informasi melalui tabel dan kartu dashboard, WareTrack menggunakan peta gudang tiga dimensi sebagai pusat interaksi. Pengguna dapat melihat berbagai aktivitas yang berlangsung di area gudang secara visual.

Antarmuka tersebut menampilkan sejumlah elemen operasional, mulai dari stok, truk, forklift, hingga dock. Pergerakan kendaraan juga dapat diamati dalam lingkungan 3D sehingga kondisi gudang tidak hanya direpresentasikan melalui angka atau status teks.

Pengguna juga dapat berpindah di antara beberapa lokasi yang tersedia, seperti Riverside Hub, Southfield Cross-Dock, Northgate DC, Eastport Cold Chain, dan Westgate Robotics Hub. Setiap lokasi dapat digunakan untuk melihat kondisi inventaris dan aktivitas operasional yang berbeda.

Proses pengiriman ikut divisualisasikan

WareTrack tidak hanya berfokus pada visualisasi fisik gudang. Demo tersebut juga memperlihatkan proses shipment tracking, mulai dari konfirmasi pesanan hingga barang memasuki tahap pengiriman.

Pendekatan tersebut membuat status operasional dapat dipahami melalui konteks visual. Pengguna tidak hanya melihat bahwa sebuah pengiriman berstatus tertentu, tetapi juga dapat melihat hubungan antara pesanan, kendaraan, lokasi gudang, dan aktivitas operasional yang sedang berlangsung.

Konsep seperti ini berpotensi membantu pengguna yang harus memantau banyak aktivitas sekaligus. Informasi yang biasanya tersebar pada sejumlah tabel atau halaman dashboard dapat ditempatkan dalam satu lingkungan visual.

Pengembang ingin software industri tidak terasa terlalu formal

Sanjaya menilai perangkat lunak industri tidak harus selalu memiliki tampilan yang identik dengan aplikasi enterprise konvensional. Elemen yang umum ditemukan dalam game strategi, seperti peta, penugasan, objek bergerak, dan interaksi real-time, dapat diterapkan pada sistem operasional.

Dalam konteks WareTrack, pendekatan tersebut digunakan untuk membuat sistem manajemen gudang terasa lebih intuitif. Pengguna dapat memahami kondisi operasional melalui representasi visual tanpa harus sepenuhnya bergantung pada tabel dan dashboard datar.

Pendekatan ini juga memperlihatkan bagaimana prinsip gamifikasi dapat diterapkan bukan hanya untuk aplikasi konsumen, tetapi juga pada perangkat lunak yang digunakan dalam lingkungan industri.

Dibangun dengan React dan React Three Fiber

Demo WareTrack dikembangkan menggunakan React, sementara komponen tiga dimensinya memanfaatkan React Three Fiber. Teknologi tersebut memungkinkan pengembang membangun pengalaman 3D dengan pendekatan yang tetap berada dalam ekosistem React.

Sanjaya juga menyebut penggunaan Next.js dalam pengembangan aplikasi. Menurutnya, pendekatan berbasis React dan Next.js lebih mudah dipelihara dibandingkan kode JavaScript murni yang dihasilkan AI ketika aplikasi terus berkembang dan mendapatkan fitur baru.

Dalam pengembangannya, WareTrack juga memanfaatkan model AI Opus 5.5. AI digunakan sebagai bagian dari proses pembuatan perangkat lunak, sementara struktur aplikasi tetap diarahkan menggunakan framework yang lebih mudah dipelihara.

AI membantu pengembangan, tetapi struktur aplikasi tetap penting

Penggunaan AI dalam pengembangan WareTrack menjadi salah satu bagian menarik dari proyek tersebut. Model AI dapat membantu menghasilkan kode dan mempercepat proses prototyping, tetapi keputusan mengenai arsitektur dan teknologi tetap berpengaruh terhadap pemeliharaan aplikasi.

Pendekatan tersebut menunjukkan perbedaan antara sekadar menghasilkan kode menggunakan AI dan membangun aplikasi dengan AI sebagai bagian dari workflow engineering. Ketika jumlah fitur bertambah, struktur komponen, maintainability, dan konsistensi kode menjadi semakin penting.

React dan Next.js kemudian digunakan sebagai fondasi agar aplikasi dapat terus dikembangkan tanpa bergantung pada kumpulan kode JavaScript yang dihasilkan secara terpisah.

Konsep ini dapat mengubah cara sistem gudang dirancang

WareTrack masih berupa konsep dan demo, tetapi pendekatan visual yang ditawarkan memperlihatkan kemungkinan baru untuk perangkat lunak industri. Sistem manajemen gudang tidak harus selalu berorientasi pada tabel, form, dan dashboard statis.

Dengan menggabungkan peta 3D, data operasional, pergerakan kendaraan, inventaris, serta shipment tracking, sebuah warehouse management system dapat memberikan gambaran kondisi gudang secara lebih intuitif.

Jika pendekatan tersebut dikembangkan lebih lanjut, konsep seperti WareTrack dapat diterapkan pada digital twin gudang, pusat distribusi, cold chain, hingga fasilitas logistik berbasis robot. Tantangannya adalah memastikan visualisasi yang menarik tetap memberikan informasi yang akurat tanpa mengorbankan kecepatan, usability, dan kebutuhan operasional.

Pada akhirnya, konsep WareTrack menunjukkan bahwa software industri tidak harus terlihat kaku. Dengan memanfaatkan teknologi 3D, AI, dan prinsip desain dari game strategi, sistem yang kompleks dapat dibuat lebih visual sekaligus tetap berorientasi pada kebutuhan operasional.

WareTrackwarehouse management systemmanajemen gudangReactNext.jsReact Three FiberAIsoftware industrigamifikasi

Butuh software atau AI automation untuk bisnis Anda?

Ceritakan prosesnya, kami bantu petakan solusinya. Konsultasi awal gratis, tanpa komitmen.

Chat WhatsApp