Celah TCP Linux Kernel Skor 9.8 CVSS, Anthropic Demonstrasikan Exploit Root
Sebuah kerentanan di Linux kernel terkait penanganan koneksi TCP dinilai kritis dengan skor CVSS 9.8. Celah yang dilacak sebagai CVE-2026-98432 memungkinkan penyerang jarak jauh menjalankan perintah sebagai root pada server yang menggunakan Multipath TCP (MPTCP) listener, menurut demonstrasi Anthropic.
Menurut laporan The Hacker News, Ubuntu dan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) masih belum merilis perbaikan kernel hingga akhir Oktober 2026, sementara Debian, Oracle Linux, dan beberapa distribusi lain sudah mengeluarkan patch untuk sebagian versi.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| CVE | CVE-2026-98432 |
| Skor CVSS (Kernel CNA) | 9.8 (Critical) |
| Jenis | Use-after-free / Race condition di IPv4 TCP |
| Dampak | Remote root RCE (melalui MPTCP listener) |
| Status Patch | Debian, Oracle, dll. sudah; Ubuntu & RHEL belum |
Bagaimana Kerentanan Bekerja?
Celah ini merupakan race condition di kode setup koneksi IPv4 TCP yang sudah ada sejak Linux 4.4 (2015). Saat kernel menerima koneksi, dua core CPU dapat mengakses IP options secara bersamaan, sehingga satu core membaca memori yang sudah dibebaskan (use-after-free).
Anthropic, melalui Frontier Red Team, menyatakan bahwa model AI mereka berhasil menulis exploit yang memanfaatkan celah ini. Exploit tersebut dilaporkan dapat menjalankan perintah sebagai root tanpa kredensial pada server yang memiliki MPTCP listener. Proses demonstrasi memakan waktu sekitar 53 menit.
MPTCP (Multipath TCP) memungkinkan satu koneksi menggunakan beberapa jalur jaringan sekaligus. Fitur ini tidak selalu aktif secara default, tetapi beberapa aplikasi (misalnya Go 1.24+) dapat mengaktifkannya untuk listening socket.
Status Patch Distribusi
Perbaikan upstream sudah diterapkan dan di-backport ke cabang kernel stabil. Namun distribusi vendor memiliki jadwal rilis berbeda:
- Sudah tersedia: Debian, Oracle Linux, sebagian Amazon Linux dan SUSE.
- Belum tersedia (per akhir Oktober 2026): Ubuntu dan RHEL.
Vendor memberikan skor CVSS yang berbeda-beda (antara 5.9 hingga 8.1), lebih rendah dari penilaian kernel project, karena menganggap race condition relatif sulit dimenangkan tanpa kondisi tertentu.
Langkah Mitigasi Sementara
Administrator disarankan untuk:
- Memeriksa apakah MPTCP aktif:
sysctl net.mptcp.enabled(nilai 0 berarti nonaktif). - Menonaktifkan MPTCP jika tidak diperlukan:
sysctl -w net.mptcp.enabled=0. - Memantau advisory distribusi masing-masing dan segera menerapkan patch kernel begitu tersedia.
- Membatasi akses jaringan ke layanan TCP yang terekspos jika memungkinkan.
Perlu dicatat bahwa bug berada di kode TCP biasa, sehingga menonaktifkan MPTCP mengurangi permukaan serangan yang didemonstrasikan Anthropic, tetapi tidak menghilangkan kerentanan sepenuhnya. Patch kernel tetap diperlukan.
Implikasi Keamanan
Kasus ini menyoroti dua hal sekaligus: risiko kerentanan lama di kernel yang baru dieksploitasi secara efektif, serta peran AI dalam penelitian keamanan (Anthropic menggunakan modelnya untuk membantu menulis exploit). Organisasi yang menjalankan server Linux, terutama yang terekspos publik, perlu mempercepat proses patch management.
Keamanan infrastruktur server dan patch management yang tepat waktu menjadi semakin krusial. Jika perusahaan Anda membutuhkan bantuan dalam audit keamanan, hardeninig server Linux, monitoring kerentanan, atau pengembangan solusi keamanan digital, tim Clovertechno siap membantu. Kunjungi clovertechno.id untuk konsultasi jasa pembuatan software dan solusi keamanan sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Reza
